Home
berita
Kemendagri Ajak 6,7 Juta Pemilih Pro Aktif Merekam Data KTP-el

Kemendagri Ajak 6,7 Juta Pemilih Pro Aktif Merekam Data KTP-el


Senin, 2018-03-26 - 08:35:20 WIB

Jakarta – Hasil Coklit (pencocokan dan penelitian) yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU), terdapat 6,7 juta pemilih yang belum memiliki Suket (Surat Keterangan) dan KTP-el.

Hal ini diakui Sekretris Ditjen Dukcapil Kemendagri I Gede Suratha dalam acara live Sapa Indonesia Pagi Kompas TV dengan tema “Jutaan Warga Terancam Kehilangan Hak Pilih” di Jakarta, Jum’at (23/03/2018).

Namun, I Gede Suratha meyakinkan bahwa 6,7 juta pemilih tersebut dapat menggunakan hak pilihnya dengan catatan pro aktif melakukan perekaman data KTP-el agar bisa memiliki Suket atau KTP-el sebelum penetapan DPT oleh KPU.

“Hitungan matematisnya seperti itu sepanjang rekan-rekan yang belum mendapatkan Suket atau KTP-el itu pro aktif juga dan mau melaporkan dirinya”, jelas I Gede Suratha.

Pihaknya mengaku optimis hak pilih penduduk bisa terpenuhi, terlebih saat ini Kemendagri sudah memberikan hak akses kepada KPU untuk dapat mengakses database kependudukan nasional.

“Kemudian juga komunikasi kita dengan KPU sekarang kan sangat super intensif, sangat cair, dan inilah yang menyebabkan kita sangat optimis”, sambung I Gede Suratha. 

Hal ini diamini Komisioner KPU Viryan Aziz. Menurut Viryan, jajaran Dukcapil memiliki kesungguhan untuk menyelesaikan selisih angka pemilih ini. 

“Poinnya yang kita lihat teman-teman dari Dukcapil memiliki kesungguhan untuk menyelesaikan ini”, papar Viryan. 

Data KPU menunjukkan bahwa sebagian besar pemilih yang masuk kelompok 6,7 juta ini berada di Provinsi Papua. 

“Yang paling banyak tentu di Papua sementara ini. Kondisinya di Papua perlu menjadi perhatian kita mulai dari geografis, kondisi masyarakat”, sambungnya. 

Sementara itu, jumlah pemilih yang belum mendapatkan Suket dan KTP-el sebelumnya jga sudah diklarifikasi oleh Mendagri dan Dirjen Dukcapil. 

Bahkan Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh mengeluarkan pernyataan resmi serta menyampaikannya kepada publik dan media massa. 

Menurut Zudan, untuk mengantisipasi dan mengatasi masalah perekaman dan pencetakan KTP-el, sejak pertengahan 2017 Ditjen Dukcapil Kemendagri sudah membuat call center di nomor 1500537. 

Ia menghimbau masyarakat yang belum punya Suket atau KTP-el untuk segera melapor ke Dinas Dukcapil kabupaten/kota.

Dinas Dukcapil juga secara aktif dan rutin melakukan layanan jemput bola ke RT/RW, kampus, sekolah, dan kantor-kantor. 

“Bagi kantor-kantor, kampus-kampus yang menghendaki kami jemput bola ke sana, silahkan hubungi Dinas Dukcapil kabupaten/kota setempat”, ajak Prof. Zudan.

 

Sumber: dukcapil.kemendagri.go.id

 


Share Berita


Komentari Berita