Dukcapil Kota Mataram Akselerasi Aktivasi IKD Tahap 2, Targetkan Digitalisasi Bansos Tepat Sasaran
Dipublikasikan 06 May 2026 12:15
MATARAM – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung transformasi digital pelayanan publik. Terbaru, Dukcapil menyelenggarakan kegiatan Aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) Tahap 2 yang dirangkaikan dengan program digitalisasi bantuan sosial (bansos) bagi para kader Posyandu di wilayah Kecamatan Mataram.
Kegiatan yang berpusat di Aula Kantor Camat Mataram ini menyasar sekitar 91 kader yang berasal dari empat kelurahan strategis, yakni:
-
Kelurahan Pagutan Barat
-
Kelurahan Pagesangan
-
Kelurahan Pagutan
-
Kelurahan Pejanggik
Sinergi Lintas Sektor
Acara secara resmi dibuka oleh Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial Kecamatan Mataram. Dalam pelaksanaannya, tim teknis dari Dinas Dukcapil didampingi langsung oleh Kepala Bidang Penanganan Kemiskinan, Perlindungan, dan Jaminan Sosial beserta tim dari Dinas Sosial Kota Mataram.

Sinergi ini menegaskan bahwa penerapan IKD bukan sekadar urusan administrasi kependudukan, melainkan fondasi utama dalam memastikan program-program kesejahteraan sosial tepat sasaran.
"Aktivasi IKD ini adalah langkah krusial. Dengan identitas digital yang terintegrasi, proses verifikasi dan validasi penerima bantuan sosial ke depannya akan jauh lebih cepat, akurat, dan transparan," ujar perwakilan pendamping dari Dinas Sosial di sela-sela kegiatan.
Peran Strategis Kader Posyandu
Pemilihan kader Posyandu sebagai target aktivasi tahap ini bukan tanpa alasan. Kader Posyandu dinilai sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat yang memiliki interaksi langsung dengan warga di tingkat akar rumput. Dengan memiliki IKD, para kader diharapkan dapat menjadi pionir sekaligus edukator bagi masyarakat di lingkungannya mengenai pentingnya beralih ke identitas digital.

Menuju Digitalisasi Bansos yang Efisien
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Mataram berharap hambatan administratif dalam penyaluran bansos dapat diminimalisir. IKD memungkinkan warga mengakses layanan publik hanya melalui perangkat smartphone, mengurangi penggunaan fotokopi KTP, dan mempercepat sinkronisasi data kemiskinan.
Dengan terlaksananya aktivasi tahap 2 ini, percepatan digitalisasi bansos di Kota Mataram optimis dapat tercapai dalam waktu dekat, sejalan dengan visi kota untuk menghadirkan pelayanan publik yang modern, inklusif, dan bebas pungli.